Sabtu, 20 Oktober 2018

SPBU Shell dan Cerita di Indonesia

Persaingan antar perusahaan energi yang memproduksi dan memasarkan BBM di SPBU makin kencang di Indonesia. Meskipun secara umum Pertamina mendominasi di hampir seluruh wilayah Indonesia, namun jangan pernah lupakan SPBU lain non pertamina yang juga saat ini beroperasi di Indonesia.

SPBU Shell
SPBU Shell
Perang Harga BBM pasca minyak dunia yang terus merangkak naik terus terjadi, salah satunya adalah SPBU Pertamina yang ternyata masih lebih murah dibanding di SBPU Shell atau Total. Seperti harga Pertamax dengan RON 92 di jual Rp 10.400/liter. Harga tersebut lebih rendah dari produk serupa di SBPU Total, yakni Performance 92 yang dijual Rp 10.500 maupun Shell, yaitu Super 92 yang dijual Rp 10.550/liter.

Hal ini juga berlakuk untuk beberapa jenis BBM selain RON 92 yakni Pertamax Turbo dengan kandungan oktan 95 di jual Rp 12.250/liter. Lebih rendah dari produk Total, yakni Performance 95 yang dijual Rp 12.350/liter maupun V-Power (Shell) harganya Rp 12.450/liter.

Meski harga jual terus tergerus oleh naiknya harga minyak dunia. Namun satu hal yang pasti yakni Harga jual Pertamina masih yang paling bersaing ketimbang SPBU merek lainnya.

Blok Migas dengan Produksi Paling Besar

Kebangkitan industri migas dalam negeri masih terus dinantikan. Dari banyaknya cadangan minyak yang ditemukan, belum sepenuhnya Blok Migas tersebut mampu untuk memproduksi minyak yang sesuai dengan target pemerintah. Ada beragam ganjalan dan permaslahan teknis yang membuat industri ini perlu untuk segera memperbaiki segalanya agar bisa lebih baik lagi dalam hal produksi migasnya.

Blok Migas
Blok Migas
Jika dirinci, jumlah blok selama September 2018 ini terdiri dari 89 blok eksploitasi, 98 blok eksplorasi dan 37 blok nonkonvensional. Dari jumlah itu 117 wilayah kerja berada di darat, 74 di laut lepas, dan 33 gabungan darat dan lepas pantai.

Dari 98 blok eksplorasi itu ada 82 yang aktif dan 16 proses terminasi. Kemudian, wilayah kerja nonkonvensional hanya 34 yang aktif dan sisanya masuk terminasi. Sementara itu, dari 89 blok eksploitasi itu 74 tergolong sudah produksi dan 15 pengembangan.

Angka ini akan menjadi catatan khusus bagi Kementerian ESDM yang idealnya memiliki catatan yang lebih baik di tahun-tahun berikutnya. Blok Migas sudah seharusnya aktif dan memiliki sumbangsih besar terhadap kebutuhan migas nasional.

Makin Subur, Pemerintah Perlu Ubah Aturan Fintech

Aturan Fintech terus dikaji dan dilakukan berbagai pertemuan terkait input dan berbagai rekomendasi untuk perbaikan sistem yang ada di fintech ini. Pada dasarnya terdapat 12 prinsip yang masih bisa dikaji oleh pemerintah Indonesia. Misalnya, regulatory sandbox yang dimiliki BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah memenuhi prinsip regulasi terkait fintech yang bersifat akomodatif. BI dan OJK juga merilis aturan terkait fintech untuk hal menjaga stabilitas sistem keuangan.

Aturan Fintech
Aturan Fintech
Membuat standar bagi fintech di seluruh dunia bukanlah hal mudah. Sebab, setiap negara memiliki kebijakan masing-masing. Namun, Aftech memandang perlu adanya standar bagi fintech khususnya dalam hal Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT).

Selain itu, instansinya tengah mengkaji standardisasi besaran bunga fintech. Hal ini penting karena pada poin pertama prinsip tersebut menyebutkan bahwa fintech harus memenuhi janjinya untuk berperan mengatasi kemiskinan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Meski demikian, Adrian belum mau menyampaikan besaran bunga yang menjadi acuan bagi fintech.

Fintech pada akhirnya menjadi era baru yang memiliki dampak yang sangat besar bagi perekonomian generasi baru. Kemudahan dan kecepatan menjadi solusi yang tak bisa ditawarkan industri konvensional.

Menteri Terbaik Menjadi Miliki Sri Mulyani

Penghargaan sebagai Menteri Terbaik memang sudah selayaknya didapatkan oleh Menkeu kita Sri Mulyani Indrawati. Dalam berbagai acara yang digelar oleg Global Market, Sri Mulyani mendapat penghargaan ini karena kinerja anggaran pemerintah yang tumbuh sangat pesat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

Menteri Terbaik
Menteri Terbaik
Beberapa prestasi yang diperbaiki oleh Sri Mulyani diantaranya adalah Penerimaan pajak 2017 yang mencapai Rp 1.339 triliun. Sedangkan pada 2016, realisasi penerimaan pajak hanya sebesar 83,4% dari target atau Rp 1.283,6 triliun. Fildes juga menyebutkan, pertumbuhan belanja pemerintah selama 2017 mencapai 21,1% PDB yang merupakan level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Realisasi belanja pemerintah tahun lalu juga mencapai level tertinggi dalam 6 tahun terakhir, yakni 97%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani juga memiliki reputasi yang cemerlang ketika ia menjabat sebagai menteri keuangan di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2005-2010. Ia dikenal sebagai tokoh yang antikorupsi dan tegas dalam kebijakannya. Sebuah penghargaan yang layak? Tentunya.

Pembangunan Paviliun Indonesia di Bali

Penyelenggaraan pertemuan IMF dan Bank Dunia yang digelar di Bali pada beberapa hari yang lalu juga disuguhi dnegan berbagai kabar mengenai infrastruktur, pariwisata, hingga seni dan kerajinan khas Indonesia. Terdapat sebuah Paviliun Indonesia yang dibuat pemerintah selama sidang tahunan IMF-Bank Dunia berlangsung di Bali sejak awal pekan lalu. Menteri UMN Rini Soemarno yang meresmikan area seluas lebih dari 2000 meter ini, sebuah area khusus di lokasi utama pertemuan internasional tersebut.

Paviliun Indonesia
Paviliun Indonesia
Nama bekennya adalah Indonesia Pavilion adalah bentuk sinergi BUMN yang juga didukung oleh beberapa Kementerian. Karenanya, para delegasi dari 189 negara yang mengunjungi area ini dipastikan mendapat informasi lebih detail mengenai Indonesia melalui data-data pembangunan terkini.

Mereka dapat menyaksikan video-video yang menunjukkan pesatnya perkembangan ekonomi Indonesia, prioritas utama pembangunan, serta peluang-peluang investasi. Lima prioritas utama yang dipaparkan secara detail dan lebih lengkap adalah mengenai perkembangan pemasangan tenaga listrik, konektivitas darat, laut, udara, dan juga infrastruktur broadband. Menarik bukan? kunjungi Paviliun ini segera.

Lapangan Kerja Bali Meningkat Berkat Pertemuan IMF

Forum IMF dan Bank Dunia yang digelar di wilayah Bali nayatanya memberikan dampak positif bagi daerah tersebut karena secara tidak langsung telah menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak 32 ribu hingga tingkat okupansi seluruh hotel di kawasan bali yang mencapai angka 80%. Lapangan Kerja Bali awalnya menjadi hal yang disorot dalam gelaran ini karena acara ini memakan biaya yang sangat besar. Penyelenggaraannya membutuhkan effort yang sangat besar dari pemerintah, baik secara waktu, strategi dan juga anggaran.

Lapangan Kerja Bali
Lapangan Kerja Bali
Dalam acara tersebut, pemerintah telah memperlebar pelataran pesawat atau apron Bandara Ngurah Rai. Alhasil, ada tambahan kapasitas penumpang pesawat hingga 1,2 juta per tahun. Sejalan dengan kondisi ini, Luhut optimistis neraca jasa bisa meningkat. Yang pada akhirnya, hal ini akan memperbaiki defisit transaksi berjalan.

Dengan berbagai poin plus minusnya acara ini, tentu sebuah kebanggaan karena acara ini telah berjalan dengan sangat lancar dan dengan berbagai keamanan yang sangat ketat. Bali menjadi salah satu destinasi yang benar-benar menjadi impian semua orang di seluruh dunia. Dengan kesuksesan acara ini, tentu akan memberikan nilai tambah tersendiri bagi pulau dewata ini.

Dunia Dalam Fase Winter is Coming

Pidato menarik Presiden Jokowi terkait keadaan dunia dalam pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali beberapa waktu yang lalu menyisakan banyak hal yang unik. Salah satunya adalah slogan Games of Thrones yang sangat terkenal yakni Winter is Coming. Dalam artian singkat, IMF harus diperkuat sumber dayanya untuk membantu berbagai negara di dunia yang terus mengalami tekanan akibat ketidaksimbangan ekonomi global.

Winter is Coming
Winter is Coming
Untuk memperbaiki dan meminimalisir setiap risiko yang datang, negara berkembang diharapkan meningkatkan iurannya. Sebab, negara berkembang paling rentan mengalami tekanan khususnya dalam bentuk capital outflow, jika terjadi krisis. Adapun iuran ini disebut dengan fasilitas Special Drawing Rights (SDR) dari IMF yang bisa dipakai dalam kondisi darurat untuk memperkuat cadangan devisa. Meski tak dipakai, SDR ini tercatat sebagai kewajiban bank sentral kepada pihak non-penduduk.

Kondisi ekonomi dunia yang sedang bergejolak ini juga menjadi ancaman yang serius bagi seluruh negara berkembang seperti Indonesia khususnya. Oleh karena itu istilah Winter is Coming ini benar-benar sangat tepat untuk menggambarkan keadaan dunia yang memang butuh untuk diperbaiki secepatnya.